Hi readers, welcome to my blog!
Udah pada tau dong yaa film berjudul “TEMAN TAPI MENIKAH” yang ngehits pada saat itu??
YAPS, Ternyata Film tersebut merupakan adaptasi dari novel berjudul sama yang mengisahkan cerita tentang Ditto Percussion dan Ayudia Bing Slamet. Ayudia Bing Slamet (ucha) yang sebelumnya merupakan pemain film dan Ditto Percussion yang merupakan pemain perkusi adalah sepasang suami istri yang menggarap novel bersama.
Buku Novel ini di desain dengan sangat simple dengan latar cover berwarna kuning yang lucu, Jumlah halaman pada buku ini yakni 208 halaman, terdapat kata pengantar dan banyak kutipan menarik, serta terdapat sisipan berapa foto black and white ayu dan ditto pada akhir halaman, alur cerita mengusung sudut pandang orang ketiga.
Dalam Tiga puluh tiga bagian cerita di buku ini diceritakan selama mereka berteman dari SMP sampai kuliah, bagaimana awal mula ditto dan ayu bertemu sampai akhirnya mereka bersahabat dekat, ayu yang saat itu tomboy merasa cocok berteman dengan ditto begitu juga dengan ditto yang merasa nyaman bersama ayu. Ditto dan ayu bukan hanya sering jalan bareng saja tapi mereka juga saling bercerita tentang kekasih masing-masing hingga mereka putus nyambung atau gonta ganti pacar dengan pasangannya masing-masing.
“Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”, (Cinta tumbuh karena terbiasa).
Karena lamanya hubungan dan intensitas pertemuan yang begitu sering dengan ayu, membuat ditto mempunyai perasaan terhadap ayu dan semakin menyadari bahwa ayu-lah yang selama ini ada di hati ditto, Namun ditto tidak berani untuk menyatakan perasaannya karena takut persahabatan mereka akan hancur.
Walau sama-sama player dan suka curhat soal pacar atau ngipasin buat jadian atau putus, sesungguhnya secara tersirat di novel ini Ucha bukan seorang gadis yang peka. Ayu yang cuek ngasih saran gimana Ditto harus nerima atau mutusin cewek yang suka sama sahabatnya ini. Kadang Ayu juga dibikin kesel karena dianggap paling deket, jadi 'tempat sampahnya" para pacarnya Ditto. Kalau saya jadi Ayu bakal gedek. "Yang pacaran siapa, kok gue ikutan pusing?"
Ditto yang semakin hari semakin mengagumi ayu dan selalu kangen sama ayu ketika mereka berjauhan, merasa lebih baik jika menyimpan sendiri perasaaannya dibandingkan dengan membicarakannya dengan ayu dan malah merusak semua yang sudah mereka punya.
Karena ditto percaya, “Ketika kita mencintain seseorang, mengejar hingga mendapatkannya terkadang tidak selalu jadi hal yang baik. Ada kalanya kita hanya perlu tetap menjalani hidup dan biarkan Tuhan yang ambil alih. Karena belum tentu seseorang yang inginkan juga menginginkan kita”.
Keren ga sih ditto, bisa memendam perasaan selama itu tapi tetap masih bisa keliatan biasa aja di depan ayu. Aku jadi penasaran ini ditto yang jago banget nutupin perasaannya atau emang ayu yang ga peka sih😂
"Cha, kalau gue suka sama lo, gimana?" - Hal. 180
Membaca kalimat itu jadi ikutan degdeg-an,bengong, salting dan juga lega hahaha, setelah belasan tahun Akhirnyaa ditto memberanikan diri untuk nembak sahabatnya, eits bukan Cuma ditembak untuk dijadikan pacar loh yaa, tapi DILAMAR! Dann pada akhirnya ucha pun menerima lamaran ditto! Keren banget ga tuh si ditto? hahahah
“cha, cha, berapa tahun sih kita sahabatan? Hebat banget ya gue, loe aja sampe nggak tahu apa yang selama ini gue simpen sendiri” - Hal. 161
menurutku ditto jago membuat buku ini menarik. Membaca buku ini bukan hanya sekedar miris sekaligus kasian sama ditto tapi juga dibuat ngakak sama kelakuan-kelakuan konyol mereka. novel ini cukup menyenangkan untuk dibaca, ditambah ada foto-foto mereka di akhir halaman yang menambah imajinasi dari novel ini semakin bekerja.
Membaca buku ini sangat ringan. Tidak ada plot berbelit, hanya menceritakan bagaimana proses 2 sahabat menjadi pasangan. Porsi di buku ini didominasi oleh sudut pandang Ditto. Bagaimana dia memendam perasaan ke Ayu dan akhirnya mengutarakan perasaannya. Mungkin akan ada yang merasa kalau ceritanya agak datar, tapi anehnya semakin dibaca malah semakin tidak mau berhenti membaca. Melalui buku ini saya jadi sedikit mengenang masa-masa sekolah dengan segala percintaan yang saya alami. Bukan untuk disesali, tapi untuk menyadari bahwa proses itu diperlukan untuk menemukan seseorang yang memang menyayangi kita.
Segini dulu ya readers, review dari aku.
Terimakasih sudah membaca..See u!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar